Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Consumer Behavior Class (Kelas Perilaku Konsumen)
Tuesday Afternoon
Department of Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology
Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc
http://ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Manfaat mempelajari Perilaku Konsumen

Oleh : Putri Wika Sari, Mayor IKK (Family and Consumer Science)

College of Human Ecology

 

Dalam perkuliahan kali ini, setelah Prof. Ujang menjelaskan mengenai materi tentang pengolahan informasidan persepsi konsumen, beliau meminta kami untuk membuat pertanyaan yang terdiri dari tiga jenis kata tanya, apa, mengapa, dan bagaimana yang kemudian dijawab sendiri oleh kita.

1. Apa yang dimaksud dengan ambang absolut (the absolute threshold)?

Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas atau energi stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumen agar ia merasakan sensasi. Titik dimana seorang konsumen merasakan perbedaan “ada” dan “tidak ada” dari suatu stimulus.

2. Mengapa diperlukan pemahaman dalam proses pengolahan informasi pada diri konsumen?

Pemahaman adalah usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus, maka konsumen melakukan “perceptual organization” yang terdiri dari tiga prinsip, yaitu figure and ground, grouping, dan closure. Stimulus yang diterima konsumen berjumlah puluhan bahkan ratusan, stimulus tersebut tidak diperlakukan sebagai hal yang terpisah satu sama lainnya. Konsumen cenderung untuk melakukan pengelompokan stimulus sehingga memandangnya sebagai satu kesatuan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman pada diri konsumen untuk memperoleh makna yang menyeluruh dari stimulus yang diterima.

3. Bagaimana proses pengolahan informasi pada diri konsumen terjadi?

Proses pengolahan informasi terjadi melalui lima tahapan, yaitu pemaparan (exposure) stimulus, yang menyebabkan konsumen menyadari stimulus tersebut melalui pancainderanya; perhatian (attention), kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk; pemahaman (comprehension), interpretasi terhadap makna stimulus; penerimaan (acceptance), dampak persuasif stimulus kepada konsumen; serta retensi (retention), pengalihan makna stimulus dan persuasi ke ingatan jangka panjang (long-term memory).

 

This entry was posted on Sunday, September 25th, 2011 at 8:21 pm and is filed under Academic. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.